You are currently viewing Cara Menghitung Kubikasi agar Import Barang China Semakin Mudah

Cara Menghitung Kubikasi agar Import Barang China Semakin Mudah

Dalam dunia import barang, ada satu istilah yang sangat tidak asing terdengar di telinga masyarakat. Apakah istilah itu? Istilah itu adalah kubikasi.

Kubikasi merupakan suatu istilah yang berarti konsep perhitungan suatu biaya dari suatu barang berdasarkan volume barang tersebut untuk kebutuhan expedisi. Untuk menghitung kubikasi, ukuran barang yang akan dikirim akan dikonversi menjadi berat terlebih dulu, lalu akan diubah menjadi biaya kirim.

Sebagai importir, sangat penting untuk mengetahui cara menghitung kubikasi dan volume pengiriman secara mandiri yang dibutuhkan dlaam perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan). Dengan demikian para importir bisa memperkirakan keuntungan yang bisa didapat dan disesuaikan dengan pasaran yang ada, terutama pasar barang-barang China.

Kubikasi dalam Import

Perhitungan dengan kubikasi digunakan karena terdapat beberapa barang yang memiliki bobot ringan akan tetapi memiliki ukuran yang besar. Namun, metode perhitungan biaya kirim terdapat beberapa.

Perhitungan dengan metode kubikasi biasa juga dipakai untuk mengirim barang impor dari luar negeri yang jarak jauh dan biasanya berjumlah banyak. Contohnya, banyaknya negara-negara di dunia mengimport barang dari China. China terkenal dengan negara yang memiliki banyak barang yang bisa dipakai sehari-hari sehingga membuat banyaknya negara yang mengimport barang dari China.

Metode pengiriman yang digunakan untuk perhitungan metode kubikasi terdapat beberapa yang sering dipakai banyak orang. Salah satunya adalah metode pengiriman LCL (Less Container Load) yang biaya pengirimannya dihitung secara CBM atau freight ton.

CBM (Cubic Meter) sendiri merupakan jenis satuan yang umum digunakan oleh perusahaan kargo untuk menghitung volume barang kiriman. Selain itu, juga terdapat metric ton yang merupakan suatu pengukuran berat kargo, jika dirinci 1 MT setara dengan 1000 kg. Untuk menentukan pengiriman kargo dihitung dengan satuan berat atau volumenya, digunakanlah perhitungan biaya pengiriman dengan metode CBM yang disebut juga 2/m atau weight measurement.

Berikut adalah cara menghitung kubikasi cargo

Untuk menghitung kubikasi cargo cukup mudah, hanya dengan mengalikan dimensi dari barang tersebut yaitu panjang x lebar x tinggi. Contohnya, anda mengimport kosmetik dari China dengan ukuran 5 x 4 x 2, maka hasil kubikasinya adalah 40 CBM.

Kemudian hasil dari kubikasi tadi, perusahaan cargo di China akan langsung menyesuaikan biaya pengiriman dengan tipe pengiriman yang dipilih. Biaya pengiriman berbeda-beda sesuai dengan tipe pengiriman, yaitu LCL laut, FCL, atau LCL udara.

Perhitungan Cargo Laut

Berat volume yang akan dikirim tidak sama dengan berat barang aslinya. Jika kalian ingin mengirim barang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm3 dengan berat 55 kg. Satuan kargo laut adalah 4000. Maka perhitungannya menjadi (60x60x60)/4000 = 54 kg volume. Sehingga berat asli batang di atas berat volume, akan tetapi perhitungan ongkosnya menggunakan berat volume.

Sedangkan untuk menghitung CBM menggunakan 1.000.000. Contohnya, kalian mengirim barang dengan ukuran 200 x 200 x 100 cm3 maka hasil perhitungan kubikasinya menjadi (200x200x100)/1.000.000 = 4 M3.

Perhitungan Cargo Udara

Untuk menggunakan pengiriman kargo udara, ukuran kubikasi dipakai hanya untuk barang kiriman yang memiliki ukuran dan jumlah yang besar. Untuk menghitung volume kargo udara menggunakan satuan 6000. Contohnya, jika kalian mengirim barang dengan ukuran 95 x 95 x 95 cm3 dengan berat asli 160 kg maka berat volumenya menajadi (95x95x95)/6000 = 142,8 kg volume.

Itulah penjelasan mengenai perhitungan kubikasi untuk memperkirakan biaya yang ingin kalian kirim. Perhitungan ini sangat penting untuk mengetahui biaya HPP sebelum barang dikirim jika kalian ingin impor barang dari China.

Leave a Reply